Saturday, April 2, 2016

0 comments
Assalamualaikum sahabat surga, nih ada event kece nih dipembuka awal bulan, yaps...Kajian Sirah Nabawiyah dan Hamasah Day I. Dimana letak kecenya?

Nih coba sahabat-sahabat perhatiin gambar diatas, dari judulnya aja udah kajian. Seperti yang sahabat-sahabat tau kalau kajian itu banyak sumber ilmu yang bisa didapat, dari teladan, motivasi, hmmm pokoknya buaaaaaaaaaaaaaaanyak ditambah lagi kajian ini tentang sirah nabawiyah.

*sirah teh apa? kepala? aku mah gak ngerti hehe
= mastaka, kepala mah atuh ah

Niih sahabat-sahabat sirah nabawiyah itu adalah tentang sejarah nabi, catet yaa. Coba mana disini yang ngaku cinta Rasulullah, angkat tangannya????

Coba ada 1,2, 3 walah semuanya pada angkat tangan to

Kalo gitu coba kita test yang katanya cinta Rasulullah, coba sebutkan minimal 10 istri Rasulullah? dan siapa saja paman-paman Rasulullah? Sebutkan satu persatu?

Waahhh ko pada hening yaa, apa pada jawab dalam hati gitu kali yaaa hehehe atau pertanyaannya kesusahan hihi

Mungkin sangat benar dengan kata pepatah "Tak Kenal Maka Tak Cinta" ya, karena cinta tidak akan tumbuh begitu saja jika kita tidak mengenalnya terlebih dahulu bukan? dan saat cinta itu tumbuh antum pasti selalu pengen tahu apa yang dia suka, apa yang dia benci, kebiasaannya apa aja, sampe pengen kenal dengan keluarganya terus lagi ingin benar-benar memahami semua kisah hidupnya yang pernah ada dimasa lalunya bukan? betul apa betul?

Antum bisa jawab sendiri seberapa cintanya antum terhadap Rasulullah dalam hati :-)

Yang merasa cinta berarti akan rugi banget kalo sampe gak ikutan acara ini.

 So, event kedua adalah Hamasah Day I karena acara ini diadakan berkesinambungan, tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan ukhuwah antara pengurus Hamasah. Bentuk acara untuk Hamasah Day I adalah lomba masak antar departemen, yeeeeeeeee...*Allahu Akbar!

Setiap departemen sudah diberi tugas akan memasak apa namun hanya dengan bahan yang disediakan panitia, mau tau keseruannya? pantengin terus official akun-akun kami dibawah ini!

Line            : ldkhamasahislam
Instagram   : ldkhamasahislam
Facebook   : Ldk Hamasah Islam | Hamasah Islam Poltekkes Bandung
Twitter       : @hamasah_islam
Blog           : www.hamasahislam.bogspot.com
Youtube     : Official Ldk Hamasah Islam
Email         : hamasa.poltekkes @gmail.com





Monday, March 21, 2016

0 comments
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah sahabat surga diminggu ini kami akan membahas tentang...........



 "CINTA" dan "JODOH"

Waaaaaaaaaahhhhhhh, pasti langsung pada antusias yaa hehe kira-kira kisah cinta siapa yang akan diungkap? Dan ada teladan apa yang bisa diambil dari kisah cintanya? Cluenya kisah cinta ini adalah kisah cinta segitiga antara aku, kau dan dia? walaaah memang ada toh kisah cinta kekinian yang seperti itu pada saat masa Rasulullah? Daripada bingung kita simak yuu kisahnya.

Kisah ini datang dari sahabat Rasulullah bernama Salman Al-Farizi, namanya sudah tidak asing lagi dikuping karena beliau adalah orang yang mempunyai andil dibalik pembuatan parit di kota Madinah pada saat perang Khandaq beliau juga mendapat julukan Sang Pencari Kebenaran karena beliau pergi jauh-jauh dari Persia hanya untuk mengetahui akan kebenaran islam.

Alkisah, Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Hatinya tertambat pada seorang wanita Anshar yang di kenalnya sebagai wanita shalihah. Rasa cinta itu tentu saja hendak ia bawa dalam pernikahan, bukan hubungan yang lain. Maka, Berangkatlah salman ke rumah wanita pujaan hatinya bersama Abu Darda'. teman sekaligus saudaranya.
"Saya adalah Abu Darda', dan ini adalah saudara saya Salman seorang keturunan persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan Jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah hingga menyebutnya sebagai ahli bait-nya Saya datang untuk mewakili saudara saya  ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya," jelas Abu Darda' dihadapan keluarga sang wanita.
"Adalah kehormatan bagi kami menerima sahabat-sahabat Rasulullah SAW," Ucap tuan rumah setelah beberapa lama, "Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang sahabat Rasulullah SAW yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada putri kami."
Abu Darda' dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Tak lama kemudian sang ibu muncul kembali setelah berbincang dengan putrinya.
"Maafkan kami atas keterusterangan ini," kata sang ibu yang bicara mewakili putrinya. "Dengan mengharap Ridha Allah, saya menjawab bahwa putri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda' juga memiliki maksud yang sama, maka putri kami bersedia."
Jawaban tuan rumah tak terduga. Dapat dibayangkan bagai mana perasaan Salman kala itu. Lamarannya ditolak dan nyata-nyata wanita pujaannya memilih saudaranya sendiri. Sedih, malu, marah, kecewa, sakit hati, dan entah apa lagi. Namun, Salman jauh lebih mulia daripada rasa itu. Ia mengendalikan cinta, dan bukan menjadi budaknya. Akal sehatnya bergerak cepat untuk menerima dengan legawa setiap titik Qadarallah.
"Allahu Akbar!" Seru Salman, "Semua mahar dan harta yang aku persiapkan hari ini akan aku serahkan pada Abu Darda', dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!" Betapa luasnya samudra hati Salman Al-Farisi. Kegagalan sama sekali tak membuatnya jatuh, apalagi terpuruk.
 
Subhanallah, sahabat yang luar biasa. Adakah diantara kita yang sekarang seperti itu? Kebiasaan zaman sekarang apabila tidak mendapatkan apa yang ia inginkan maka ia akan memaksakan kehendaknya padahal ia tidak menyadari bahwa Allah sudah menyiapkan gantinya yang lebih baik.

Mengutip dan ingin berbagi sedikit dari buku Mas Ahmad Rifa'i Rif'an yang berjudul "Ya Allah, Dia Bukan Jodohku (Ketika Mencintai Tak Bisa Menikahi)"

..Allah yang berulang-ulang memerintahkan kita untuk mensyukuri semua karunia-Nya. Percayalah, segala peristiwa yang terjadi dialam semesta adalah pemberian-Nya yang luar biasa. Kita menyebutnya musibah dan masalah karena melihat dari sudut pandang kita. Kita tak tahu bahwa yang kita sebut musibah itu adalah cara Tuhan menyelamatkan kita dari musibah yang lebih besar lagi.

Ketika kita dijauhkan dari sesuatu, yang hendak terpikir, "Berarti dia bukan yang terbaik untukku". Selesai. Keputusan Allah adalah yang terbaik bagi hamba-Nya.  Maka, bersyukurlah. Allah akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik sebagai balasan atas syukur kita...

Tak semua masalah menjadi akhir segalanya. Terkadang yang kita sebut masalah justru akan kita syukuri dikemudian hari ketika baru menyadari ternyata ia adalah karunia.Tak semua yang jatuh berarti keburukan. Ketika banyak yang mengeluh dengan turunnya masalah hidup, ternyata banyak orang ditempat lain yang memandangnya dari sudut pandang yang positif sehingga bisa mensyukurinya.

Sungguh bijak ketika Ibn Al-Jauzi dalam kitab fenomenalnya, Shaid Al-Khatir, memberi nasihat, "Teliti ulang apa yang kau minta; apakah ia demi kebaikan agamamu atau hanya semata hanya untuk kesenangan hawa nafsumu? Jika hanya untuk hawa nafsumu, ketahuilah, salah satu bentuk kasih sayang Allah dan rahmat-Nya kepadamu adalah tidak mengabulkannya. Engkau yang memaksa pengabulan do'a sama seperti anak kecil yang merengek meminta sesuatu yang membahayakan  tetapi tidak dituruti karena rasa sayang kepadanya."

Masyaa Allah,

Teringat satu lagi kata mutiara dari TA'LIM ALIF FIKOM UMB dimana dalam video dakwahnya "Pesan Untuk Muslimah" disebutkan bahwa satu-satunya jodoh yang kekal untuk kita semua adalah kematian. Kita tidak tahu mana yang datang terlebih dahulu jodohkah? atau kematiankah?

So, sahabat surgaku mari terus memantaskan diri jika kita ingin mendapatkan hatinya maka kuasailah Sang Pemilik Hatinya. Allat SWT.

Sumber  :
1. http://www.ikhwancut.com/2015/05/kisah-cinta-salman-al-farisi.html
2. https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2014/07/kisah-salman-al-farisi.html
3. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/13/11/11/mw2l18-kisah-cinta-salman-alfarisi
4. Ya Allah, Dia BUKAN Jodohku (Ketika Mencintai Tak Bisa Menikahi). Ahmad Rifa'i Rif'an. Mizania. 2015
5. https://www.youtube.com/watch?v=GDqp9xYBl3o

Friday, March 18, 2016

0 comments
Bismillahirrahmanirrahim,
Kali ini kami akan berbagi kisah tentang orang yang sangat terkenal dilangit tapi tidak terkenal dibumi, siapa dia? disimak yuk kisahnya ^_^

Namanya Uwais Al-Qarni seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al-Qur'an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.

Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekadar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Suatu hari ibunya memiliki permintaan untuk pergi haji, "Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.

Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.

Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.

Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."


Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW.  yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.

Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW. secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.

Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal.

Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah dia dari dekat?
Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Rasulullah di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.

Dia memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, "Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Rasulullah yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Rasulullah, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Aisyah r.a sambil menjawab salam Uwais.

Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Rasulullah tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Rasulullah dari medan perang.

Tapi, kapankah dia pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".
Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Rasulullah. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada Aisyah r.a untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Rasulullah dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Rasulullah langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah, Aisyah r.a dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi Aisyah r.a, memang benar ada yang mencari Rasulullah dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu Rasulullah, memandang kepada Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khattab dan bersabda, "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do'a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".

Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Rasulullah wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah diestafetkan kepada Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Rasulullah tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Ali untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, dia berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.

Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh dia berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.

Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, dia berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar bin Khattab dan  Ali Bin Abi Thalib memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan salat. Setelah mengakhiri salatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh Rasulullah Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara? "Abdullah", jawab Uwais.

Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan, "Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?" Uwais kemudian berkata, "Nama saya Uwais al-Qorni".

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan  Ali memohon agar Uwais berkenan mendo'akan untuk mereka.

Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, "Sayalah yang harus meminta do'a kepada kalian". Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, "Kami datang ke sini untuk mohon do'a dan istighfar dari anda".

Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo'a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata, "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi".

Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan ditolong oleh Uwais, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan salat di atas air.

Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah, tolonglah kami!" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, "Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!" Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,

"Apa yang terjadi ?"

"Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak?" tanya kami.

"Dekatkanlah diri kalian pada Allah!" katanya.

"Kami telah melakukannya."

"Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaani rrohiim!"

Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut.

Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami.

"Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat.

Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada dikapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir."

"Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya.

"Ya, "jawab kami. Orang itu pun melaksanakan salat dua rakaat di atas air, lalu berdo'a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan. Saat mau dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusung jenazahnya. Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni itu? Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari pekerjannya hanya sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi oleh Allah Swt., hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.” Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi saat wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni, hal itu disebabkan oleh permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya penduduk Yaman mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/kisah-uwais-al-qarni-hikmah-taat-kepada.html
Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan. Saat mau dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusung jenazahnya. Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni itu? Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari pekerjannya hanya sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi oleh Allah Swt., hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.” Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi saat wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni, hal itu disebabkan oleh permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya penduduk Yaman mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/kisah-uwais-al-qarni-hikmah-taat-kepada.html
Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan. Saat mau dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusung jenazahnya. Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni itu? Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari pekerjannya hanya sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi oleh Allah Swt., hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.” Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi saat wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni, hal itu disebabkan oleh permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya penduduk Yaman mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/kisah-uwais-al-qarni-hikmah-taat-kepada.html
 Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia.  Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni meninggal dunia. Anehnya, pada saat akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebut untuk memandikan. Saat mau dikafani, di sana pun sudah banyak orang-orang yang menunggu untuk mengafaninya. Saat mau dikubur, sudah banyak orang yang siap menggali kuburannya. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusung jenazahnya. Penduduk Kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya Uwais Al-Qarni itu? Bukankah Uwais yang kita kenal hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari pekerjannya hanya sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi oleh Allah Swt., hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.” Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi saat wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni, hal itu disebabkan oleh permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra. dan Ali ra. agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya penduduk Yaman mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw., bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.

Sumber: http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/kisah-uwais-al-qarni-hikmah-taat-kepada.html

Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qarni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.

Sesungguhnya tabi’in yang terbaik adalah seorang pria yang bernama . Uwais. Ia memiliki seorang ibu dan dulunya berpenyakit kulit (tubuhnya ada putih-putih). Perintahkanlah padanya untuk meminta ampun untuk kalian.” (HR. Muslim no. 2542).

Sumber :
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Uwais_al-Qarny
2. http://kisahzahra.blogspot.co.id/2013/03/uwais-al-qarni-menggendong-ibunya-naik.html
3. http://kisahimuslim.blogspot.co.id/2014/08/kisah-uwais-al-qarni-hikmah-taat-kepada.html
4. http://www.anaksaleh.com/kisah-islami/cerita-sahabat/54-kisah-uwais-al-qarni-sang-penghuni-langit.html
5. https://rumaysho.com/10538-kisah-uwais-al-qarni-dan-baktinya-pada-orang-tua.html







Monday, March 7, 2016

1 comments
Assalamualaikum Ukhti wa Akhi fillah semoga hari ini masih dalam nikmat yang luar biasa tak terhitung yang Allah beri yaa :-) Hamasah Islam emang ngeksis banget kan buktinya kali ini kami mau ngepromoin proker kami yang nggak kalah kece dari proker lainnya, yaapp... SILSEVEN PRODI.

Proker ini ada dibawah naungan Departemen Eksternal Hamasah Islam, yang bertujuan untuk memperat tali silaturahmi antar LDK Jurusan yang dinaungi Hamasah Islam. Event ini mungkin seperti lebarannya LDK-LDK di Poltkkes Bandung karena disini kita dapat berkumpul dengan saudara-saudara kita yang ada dijurusan yang berbeda dengan kampus yang lokasinya berbeda pula. Melepas rindu dengan saudara lama dan bersua dengan saudara baru. Indah bukan?

Rasulullah bersabda : "Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada salat dan saum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah pun kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal saleh yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim) 

Iya, karena dengan menyambung silaturahmi bukan saja rezeki kita terbuka lebar namun berkah dari pertemuan dengan orang-orang yang sama-sama berjuang dijalan Allah hingga bukan saja hidayah, inspirasi, dan motivasi baru yang didapat tetapi semangat untuk istiqomah dan kebaikan lainnya.

So, masih pingin malesa-malesan dikosan atau santai-santai dirumah dari pada ikut acara kece kayak gini? Waaaaahhhh. bakal nyesel banget dong yaa yang lain ketemu saudaranya ko ini ngerem diri dikosan atau dirumah yang belum tentu dapet berkah hihi 

Makanya yuuk hadir diacara SILSEVEN PRODI, hari Minggu, 13 Maret 2016 di Aula Keperawatan Poltekkes Bandung Jam 08.00 s.d Selesai. Kami tunggu kedatangannya yaa ^_^

Salam Ukhuwah dari kami, Hamasah Islam Poltekkes Bandung  

Sunday, March 6, 2016

0 comments
Bismillahirrahmanirrahim, sahabat surga sekalian kali ini kami akan membahas kisah tentang seorang wanita bernama Hindun Binti 'Utbah atau orang - orang mengenalnya Sang Pemakan Hati, siapa dia? lalu apa hubungannya dengan tema hidayah kali ini? Disimak yuu ceritanya :-)

Hindun binti ‘Utbah (هند بنت عتبة) adalah istri dari Abu Sufyan bin Harb, seorang pria yang sangat berpengaruh di Mekkah. Dia ibu dari Muawiyah I, pendiri dinasti Umayyah dan Ramlah binti Abu Sufyan adalah salah satu dari istri Nabi Muhammad SAW. Hindun binti Utbah juga merupakan putri tokoh Quraisy yang sangat keras permusuhan kepada Islam, yakni Utbah bin Rabiah. Kisahnya yang paling terkenal adalah saat dia menjadi dalang dibalik pembunuhan paman Rasulullah SAW, Hamzah Bin Abdul Muthalib yang dijuluki sebagai "Singa Allah" karena kehebatannya dalam berperang dan tak pernah terkalahkan.

Dendam Hindun terhadap Hamzah Bin Abdul Muthalib terjadi saat Perang Badar dimana Saudaranya terdekatnya Syaibah bin Rabi’ah dan Walid bin Utbah dan Ayahnya 'Utbah Bin Rabiah tewas ditangan Hamzah Bin Abdul Muthalib. Maka saat perang Uhud tiba, Hindun mengutus budak yang bernama Wahsy untuk membunuh paman Rasulullah tersebut dengan mengiming-imingi apabila Wahsy berhasil membunuh Hamzah Bin Abdul Muthalib ia akan memerdekakannya.

Pagi itu saat perang Uhud dimulai Wahsy telah bersiap bersembunyi dibalik batu untuk menjalankan aksinya membunuh Hamzah Bin Abdul Muthalib, dan ia berhasil pada perang Uhud itu kaum muslimin mengalami kekalahan dan Hamzah Bin Abdul Muthalib menjadi syahid. Setelah perang Uhud berakhir Hindun dan wanita kaum musyrikin lainnya menghitung jumlah orang yang tewas pada kaum muslimin, mereka mengambil telinga dan hidung para syuhada tersebut untuk dijadikan gelang kaki dan kalung. Sedangkan pada mayat Hamzah Bin Abdul Muthalib, Hindun bukan saja memotong mata dan telinga Hamzah Bin Abdul Muthalib tetapi hampir semua anggota tubuhnya termasuk juga hati dari Hamzah Bin Abdul Muthalib yang ia makan namun ia mampu untuk menelannya sehingga setelah hati Hamzah Bin Abdul Muthalib dikunyah kemudian Hindun memuntahkannya. Saat Rasulullah datang untuk melihat syuhada kaum muslimin hampir-hampir Rasulullah sampai tidak mengenali jenazah sang paman tercinta karena saking hancurnya.

Dalam suatu riwayat Rasulullah karena saking marahnya melihat jenazah pamanya yang diperlakukan diluar batas kemanusiaan, beliau sampai berkata : "…sungguh, akan aku perbuat terhadap tujuh puluh (dalam riwayat lain tiga puluh) orang lelaki dari mereka, sebagaimana yang diperbuat terhadap dirimu…!!" Tetapi seketika itu Malaikat Jibril turun membawa wahyu Allah, Surat an Nahl ayat  125-128 sebagai teguran atas sikap Nabi SAW tersebut, dan beliau pun membatalkan rencana seperti itu.

Lantas bagaimana sikap Hindun setelah menghancurkan jenazah sang paman Rasulullah tercinta, ia tertawa terbahak-bahak dan membawa beberapa bagian tubuh Hamzah yang telah ia potong-potong itu kepada kaum musyrikin dengan bangga.

Namun hal ini tak lantas menjadikan Hindun Binti 'Utbah bersama suaminya Abu Sufyan dan budaknya Wahsyi mati dalam keaadaan kafir. Allah berkenan memberikan hidayah-Nya kepada tiga orang tersebut ketika terjadinya Fathul Makkah atau yang dikenal dengan penaklukan Kota Mekkah.

Malam hari pada hari terjadinya Fathul Makkah, Hindun berkata kepada suaminya, Abu Sufyan bin Harb, "Sesungguhnya aku mau berba'iat kepada Rasulullah SAW."
"Aku melihat kamu ini masih kufur!" Kata suaminya, yang telah memeluk Islam beberapa waktu sebelum Nabi SAW tiba di Makkah, yakni dalam perjalanan dari Madinah ke Makkah. Hindun berkata, "Demi Allah! Demi Allah! Tidak pernah aku melihat sebelum ini, Allah disembah dengan sebenar-benarnya, sebagaimana telah dilakukan oleh Muhammad dan sahabat-sahabatnya di masjid ini (Masjidil Haram) pada malam  hari ini. Tidaklah mereka menghabiskan malam, kecuali dengan ruku, sujud dan thawaf hingga subuh." Abu Sufyan bertanya, "Apakah kamu melihat semua ini dari Allah?" "Ya, ini memang dari Allah!!" Kata Hindun dengan tegas.

Keesokan harinya Hindun datang kepada Rasulullah SAW dengan saudaranya, Fathimah binti Utbah untuk memeluk Islam. Mereka diantar oleh saudaranya yang telah memeluk Islam sejak masa-masa awal, yakni Abu Hudzaifah bin Utbah. Riwayat lain menyebutkan bahwa Hindun datang bersama beberapa orang wanita Quraisy lainnya dengan diantar Utsman bin Affan, yang memang masih kerabat dekatnya.

Hindun datang menghadap dengan memakai cadar. Ia tidak ingin langsung dikenali, bagaimanapun ada perasaan malu dan bersalah kepada Nabi SAW karena tindakannya yang keterlaluan terhadap jenazah Hamzah pada waktu Perang Uhud, tindakan yang didorong oleh perasaan dendam jahiliah semata. Setelah tiba di hadapan Nabi SAW, ia berkata, "Wahai Rasulullah, segala puji bagi Allah yang telah memenangkan agama yang telah dipilih-Nya sendiri. Semoga aku memperoleh manfaat dari kasih sayangmu, sesungguhnya aku adalah wanita yang telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya…"

Sesaat ia berhenti bicara untuk membuka cadar yang menutupi wajahnya, kemudian berkata lagi, "Wahai Rasulullah, saya adalah Hindun binti Utbah…!!" Tentu saja Nabi SAW tidak mungkin tidak mengenal Hindun, dan tidak mungkin pula beliau lupa akan apa  yang terjadi pada jenazah Hamzah di Perang Uhud. Tetapi beliau bukanlah sosok pendendam, sosok yang mudah memvonis seseorang dengan neraka atau dosa yang tidak terampunkan. Sebaliknya, beliau adalah pribadi yang pemaaf, penuh kasih sayang, bahkan terhadap orang-orang yang pernah menyiksa dan memperolok-olokkan beliau seperti yang terjadi pada peristiwa Thaif. Memang sangat tepat kalau beliau diutus sebagai rahmatan lil 'alamin, sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Melihat "strategi" yang dijalankan Hindun tersebut, Nabi SAW hanya tersenyum kemudian bersabda, "Selamat datang untukmu…!!" Hindun amat gembira dengan sambutan Nabi SAW, seolah-olah tidak pernah suatu peristiwa yang mengganjal di antara mereka di masa lalu. Akhirnya ia berkata, "Sungguh, dahulu tidak ada penghuni rumah di muka bumi yang ingin kuhinakan selain penghuni rumahmu, tetapi sekarang ini tidak ada penghuni rumah di muka bumi yang lebih aku sukai untuk dimuliakan selain penghuni rumahmu…!!"

Nabi SAW amat senang dengan sanjungan yang diberikan Hindun, kemudian beliau memba'iatnya, berikut wanita-wanita Quraisy yang menyertainya, dengan tuntunan yang ada pada Surat al Mumtahanah ayat 12. Hindun sempat menyela pembicaraan beliau, "Wahai Rasullullah, apakah kami tidak perlu berjabat tangan denganmu (dalam ba'iat ini, sebagaimana kalau beliau memba'iat kaum lelaki...)?" Beliau bersabda, "Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita, sesungguhnya perkataanku kepada seratus wanita sama seperti perkataanku kepada seorang wanita (dalam memba'iat ini)…." Kemudian beliau meneruskan proses ba'iat bagi Hindun dan wanita-wanita Quraisy tersebut.

Nah bagaimana kisahnya sahabat luar biasa bukan? yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah bahwa hidayah sejati hadir pada setiap jiwa yang Allah kehendaki, memaafkan sepahit apapun itu yang dilakukan orang lain pada kita itulah yang akhirnya menaikkan derajat kita disisi Allah dan yang paling penting apapun kesalahan kita harus cepat-cepat meminta ampun pada Allah dan bertaubat, karena Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat.

Sampai bertemu dikisah teladan berikutnya yaa, Salam Ukhuwah dari kami Hamasah Islam Poltekkes Bandung

Sumber :
1. http://percikkisahsahabat.blogspot.co.id/2014/10/hindun-binti-utbah-ra.html
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Hindun_binti_Utbah
3. https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2014/09/artikel-hindun-binti-utbah-wanita-pejuang-perang-yarmuk.html
4. http://mmuchlismuhsinamin.blogspot.co.id/2013/04/kisah-sahabat-wanita-rasulullah-pemakan_17.html


 

Saturday, March 5, 2016

0 comments
Bismillahirrahmanirrahim sahabat surga semua, kali ini kami akan bercerita tentang kisah seorang budak yang luar biasa yang sudah dijanjikan surga. Beliau adalah Bilal Bin Rabah ^_^

Seorang budak berkulit hitam dari Habasyah (sekarang Ethiopia) yang tinggal di Mekah. Ayahnya bernama Rabah dan Ibunya bernama Hamamah. Setelah ayahnya meninggal, Bilal diwariskan kepada Umayyah bin Khalaf , seorang tokoh berpengaruh kafir quraisy. Ketika Mekah mulai diterangi cahaya keberkahan dengan hadirnya Rasulullah SAW, yang membawa kabar gembira dan peringatan juga membenarkan kisah-kisah terdahulu dengan mengumandangkan kalimat tauhid, Bilal menjadi salah satu dari orang-orang yang pertama masuk islam.

Pada suatu ketika majikannya, Umayyah Bin Khalaf mengetahui keislaman sang budak Bilal Bin Rabah, Umayyah pun murka bukan main. Umayyah bersama para algojonya juga kaum kafir quraisy menghantam punggung telanjang Bilal dengan cambuk, namun Bilal hanya berkata, “Ahad, Ahad … (Allah Maha Esa).” Mereka menindih dada telanjang Bilal dengan batu besar yang panas, Bilal pun hanya berkata, “Ahad, Ahad ….“ Mereka semakin meningkatkan penyiksaannya, namun Bilal tetap mengatakan, “Ahad, Ahad….”
Mereka memaksa Bilal agar memuji Latta dan ‘Uzza, tapi Bilal justru memuji nama Allah dan Rasul-Nya. Mereka terus memaksanya, “Ikutilah yang kami katakan!”
Bilal menjawab, “Lidahku tidak bisa mengatakannya.” Jawaban ini membuat siksaan mereka semakin hebat dan keras.
Apabila merasa lelah dan bosan menyiksa, sang budak tersebut, Umayyah bin Khalaf, mengikat leher Bilal dengan tali yang kasar lalu menyerahkannya kepada sejumlah orang tak berbudi dan anak-anak agar menariknya di jalanan dan menyeretnya di sepanjang Abthah, Mekah. Sementara itu, Bilal menikmati siksaan yang diterimanya karena membela ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ia terus mengumandangkan pernyataan agungnya, “Ahad…, Ahad…, Ahad…, Ahad….” Ia terus mengulang-ulangnya tanpa merasa bosan dan lelah.
Suatu ketika, Abu Bakar mengajukan penawaran kepada Umayyah bin Khalaf untuk membeli Bilal darinya. Umayyah menaikkan harga berlipat ganda. Ia mengira Abu Bakar tidak akan mau membayarnya. Tapi ternyata, Abu Bakar setuju, walaupun harus mengeluarkan sembilan uqiyah emas.
Seusai transaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”
Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.”
Ketika Abu Bakar memberi tahu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia telah membeli sekaligus menyelamatkan Bilal dari cengkeraman para penyiksanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Abu Bakar, “Kalau begitu, biarkan aku bersekutu denganmu untuk membayarnya, wahai Abu Bakar.”
Abu Bakar menjawab, “Aku telah memerdekakannya, wahai Rasulullah.”
Catatan :
1 uqiyah emas setara dengan 31,7475 gr emas. Dengan demikian, 9 uqiyah emas adalah sekitar 285,73 gr. Sekarang, harga emas berkisar Rp500.000/gram. Maka, jumlah yang dibayar Abu Bakar untuk membebaskan Bilal adalah 285,73 x Rp500.000 = Rp142.865.000. 
Begitulah akhirnya Bilalpun menjadi seorang yang merdeka dan selamat dari siksaan sang majikan. Kebebasannya menjadikan Bilal seorang yang semakin taat mengikuti ajaran agama Allah dan Rasul-Nya. Ketika Rasulullah Saw berhijrah ke Madinah. Bilal pun turut serta berhijrah ke Madinah untuk menjauhi siksaan kaum kafir Quraisy Mekah. Dia mengabdikan diri sepanjang hidupnya kepada Rasul yang sangat dicintainya. Dia menjadi pengikut Rasul yang setia dan selalu mengikuti setiap peperangan yang terjadi pada masa itu. Bahkan dia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana akhirnya Abu Jahal dan Umayyah bin Khalaf mantan majikannya tewas di tangan pedang kaum muslimin.

Ketika Rasulullah Saw selesai membangun Masjid Nabawi di Madinah dan menetapkan adzan, maka Bilal bin Rabah ditunjuk sebagai orang pertama yang mengumandangkan adzan (muazin) dalam sejarah Islam. Bilal pun menjadi Muadzin tetap pada masa Rasulullah Saw. Suaranya yang begitu merdu sangat menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya. Rasulullah sangat menyukai suara Bilal. Biasanya, setelah mengumandangkan adzan, Bilal berdiri di depan pintu rumah Rasulullah Saw seraya berseru, “Hayya ‘alashsholaati hayya ‘alashsholaati…(Mari melaksanakan shalat, mari meraih keuntungan….)” Lalu, ketika Rasulullah Saw keluar dari rumah dan Bilal melihat beliau, Bilal segera melantunkan iqamat.


Ketika Rasulullah Saw akan menaklukkan kota Mekah, Bilal berada di samping beliau. Saat Rasulullah Saw memasuki Ka’bah, Beliau hanya didampingi oleh 3 orang saja, mereka adalah: Utsman bin Thalhah sang pemegang kunci Ka’bah, Usamah bin Zaid orang kesayangan Rasulullah dan anak dari orang kesayangan Beliau Zaid bin Haristah, serta Bilal bin Rabah sang muadzin Rasulullah Saw. Kemudian Rasulullah Saw menyuruh Bilal untuk naik di atas ka’bah dan menyerukan kalimat tauhid. Bilal menyerukan adzan dengan suara yang keras dan menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya. Ribuan leher manusia melihat ke arah Bilal. Ribuan lisan manusia yang mengikuti ucapan Bilal dengan hati yang khusyuk. Tetapi di sisi lain, orang-orang yang tidak beriman dengan sepenuh hatinya, tak kuasa memendam hasad di dalam dada. Mereka merasa kedengkian telah merobek-robek hati mereka.


Saat adzan yang dikumandangkan Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaah” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”. Juwairiyah binti Abu Jahal bergumam, "Sungguh, Allah telah mengangkat kedudukanmu.... Memang, kami tetap akan shalat, tapi demi Allah, kami tidak menyukai orang yang telah membunuh orang-orang yang kami sayangi." Maksudnya, adalah ayahnya yang tewas dalam Perang Badar.


Khalid bin Usaid berkata, "Aku bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan ayahku dengan tidak menyaksikan peristiwa hari ini." Kebetulan ayahnya meninggal sehari sebelum Rasulullah Saw masuk ke kota Mekah.


Sementara al-Harits bin Hisyam berkata, "Sungguh malang nasibku, mengapa aku tidak mati saja sebelum melihat Bilal naik ke atas Ka'bah."


Al-Hakam bin Abu al-'Ash berkata, "Demi Allah, ini musibah yang sangat besar. Seorang budak bani Jumah bersuara di atas bangunan ini (Ka'bah)."


Sementara Abu Sufyan yang berada dekat mereka hanya berkata, "Aku tidak mengatakan apa pun, karena kalau aku membuat pernyataan, walau hanya satu kalimat, maka pasti akan sampai kepada Muhammad bin Abdullah."


Pada suatu hari, Najasyi, Raja Habasyah, menghadiahkan tiga tombak pendek yang termasuk barang-barang paling istimewa miliknya kepada Rasulullah Saw. Rasulullah Saw mengambil satu tombak, sementara sisanya diberikan kepada Ali bin Abu Thalib dan Umar bin Khaththab, tapi tidak lama kemudian, beliau memberikan tombak itu kepada Bilal. Sejak saat itu, selama Nabi hidup, Bilal selalu membawa tombak pendek itu kemana-mana. Ia membawanya dalam kesempatan dua shalat ‘id (Idul Fitri dan Idul Adha), dan shalat istisqa’ (mohon turun hujan), dan menancapkannya di hadapan beliau saat melakukan shalat di luar masjid.


Begitulah sosok Bilal, dia selalu berada di belakang Rasulullah dalam kondisi apapun. Kecintaannya terhadap Rasulullah Saw pernah membuatnya terbuai dalam mimpi bertemu dengan Rasul sepeninggal beliau. Dalam mimpinya itu, Rasulullah Saw berkata kepada Bilal: “Bilal, sudah lama kita berpisah, aku rindu sekali kepadamu,” Kemudian Bilal menjawab: “Ya, Rasulullah, aku pun sudah teramat rindu ingin bertemu dan mencium harum aroma tubuhmu,” kata Bilal masih dalam mimpinya. Setelah itu, mimpi tersebut berakhir begitu saja. Dan Bilal bangun dari tidurnya dengan hati yang gulana. Ia dirundung rindu. Keesokan harinya, ia menceritakan mimpi tersebut pada salah seorang sahabat lainnya. Seperti udara, kisah mimpi Bilal bin Rabah segera memenuhi ruangan kosong dihampir seluruh penjuru kota Madinah. Tak menunggu senja, hampir seluruh penduduk Madinah tahu, semalam Bilal bermimpi ketemu dengan nabi junjungannya.


Sesaat setelah Rasulullah Saw menghembuskan napas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan adzan, sementara jasad Rasulullah Saw masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaah” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir disana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru.


Sejak kepergian Rasulullah Saw, Bilal hanya sanggup mengumandangkan adzan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaah” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)”, ia langsung menangis tersedu-sedu. Sehingga kaum muslimin yang mendengarnya ikut larut dalam tangisan pilu. Karena itulah kemudian Bilal memohon kepada Abu Bakar, sang khalifah yang menggantikan posisi Rasulullah Saw sebagai pemimpin, agar diperkenankan tidak mengumandangkan adzan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Selain itu, Bilal juga meminta izin kepadanya untuk keluar dari kota Madinah dengan alasan berjihad di jalan Allah dan ikut berperang ke wilayah Syam.


Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.” Kemudian Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.”. Mendengar jawaban Abu Bakar, Bilal segera menyahut, “Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan adzan untuk siapa pun setelah Rasulullah Saw wafat.” Akhirnya Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus.


Pada suatu hari, ia bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dalam mimpinya itu Nabi saw bersabda kepadanya, “Wahai Bilal, apa yang menghalangimu sehingga engkau tidak pernah menjengukku ?” Setelah bangun dari tidurnya, Bilal ra pun segera pergi ke Madinah. Setibanya di Madinah, Hasan dan Husain ra meminta Bilal ra agar mengumandangkan adzan. Ia tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang dicintainya itu. Ketika ia mulai mengumandangkan adzan, maka terdengarlah suara adzan seperti ketika zaman Rasulullah saw masih hidup. Hal ini sangat menyentuh hati penduduk Madinah, sehingga kaum wanita pun keluar dari rumah masing-masing sambil menangis untuk mendengarkan suara adzan Bilal ra itu. Setelah beberapa hari lamanya Bilal ra tinggal di Madinah, akhirnya ia meninggalkan kota Madinah dan kembali ke Damaskus dan wafat di sana pada tahun kedua puluh Hijriyah.


Pada waktu kedatangan Umar Bin Khattab ke wilayah Syam, yang kembali bertemu dengan Bilal setelah terpisah cukup lama. Pada saat itu khalifah Umar bin Khattab baru saja menerima kunci kota Yerussalem. Dalam pertemuan tersebut khalifah Umar bin Khattab meminta kepada Bilal untuk mau mengumandangkan adzan dan akhirnya Bilal mau menuruti permintaan sang khalifah. Mendengar Bilal menyuarakan adzan, kaum muslimin merasa sangat terharu, bahkan Umar tidak dapat menahan dirinya untuk tidak menangis tersedu-sedu. Suara Bilal membangkitkan segenap kerinduan mereka kepada masa-masa kehidupan yang dilewati di Madinah bersama Rasulullah Saw. BiIal adalah pengumandang seruan langit itu.

Peristiwa tersebut merupakan adzan terakhir yang diperdengarkan oleh suara merdu dan syahdu Bilal bin Rabah dihadapan kaum muslimin. Bilal tetap tinggal di Damaskus hingga akhir hayatnya. Menjelang wafatnya Bilal pada tahun keduapuluh Hijriyah untuk menghadap sang Khalik, Bilal seringkali mengucapkan kata-kata secara secara beulang-ulang, kata tersebut adalah: “Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih… Muhammad dan sahabat-sahabatnya Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih… Muhammad dan sahabat-sahabatnya” Bilal –semoga Allah meridhainya- merupakan seorang hamba yang taat, wara’, tekun beribadah, nabi pernah bersabda kepadanya setelah shalat subuh : “Ceritakan kepada saya perbuatan apa yang telah engkau lakukan dalam Islam, karena sesungguhnya pada suatu malam saya mendengar suara sendal kamu berada di pintu surga”, Bilal berkata : “Saya tidak melakukan sesuatu apapun yang lebih baik melainkan saya tidak pernah bersuci dengan sempurna pada setiap saat; baik malam dan siang hari kecuali saya melakukan shalat sebagaimana yang ditentukan untuk saya melakukan shalat”. (Al-Bukhari). Demikianlah kisah seorang Bilal, keteguhan, ketegaran dan keyakinannya akan ajaran kebenaran, telah mengangkat derajadnya dan menjadikannya seorang mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya meskipun dia berasal dari seorang budak hitam yang hina dan fakir.


Nah, sahabat surga dari cerita tersebut apa makna yang bisa kita ambil? Lalu sudah sampai manakah perjalanan hijrah kita? Semoga Allah selalu mengistiqomahkan kita dalam kebaikan dan membaikan orang lain yaa ^_^ perjalanan hijrah itu memang tidak mudah, seperti kata pepatah "Apabila jalan hijrah ini mudah pasti akan ramai yang menyertainya" tapi walaupun begitu dibalik kesulitan ada kemudahan dan dibalik kepedihan ada nikmat yang luar biasa. Jangan lupa bersyukur yaa sahabat :-)

Salam Ukhuwah dari kami, Hamasah Islam Poltekkes Bandung

Sumber :
1. http://www.lampuislam.org/2013/08/kisah-bilal-bin-rabah-seorang-budak.html
2. http://m.inilah.com/news/detail/2137900/abu-bakar-untuk-bilal-berapa-pun-aku-tebus
3. http://sariffirman.weebly.com/kisah-bilal-bin-rabah.html
0 comments

Assalamualaikum, kembali lagi bersama kami sahabat surga, mudah-mudahan tidak bosan yaa hihi kali ini kami akan mempromosikan event terbesar kami di akhir bulan maret. Hmmm, apalagi nih? Banyak acara banget ^_^

Iya sahabat, karena dakwah itu bukan hanya tentang mengajak pada kebaikan tapi juga terus mengingatkan agar tetap pada kebaikan tersebut. Kami insyaa Allah akan mengadakan acara yang luar biasa yaitu "SMILE (Studi Mengenal Islam Lebih Efektif) dengan tema "Dibalik Jejak Bumi Syam dan Perang Akhir Zaman". Event Hamasah Islam yang ini ada dibawah naungan Departemen Dakwah, mungkin sebagian dari sahabat bertanya-tanya kenapa sih harus ikutan event ini?

Pertama, karena event ini diisi oleh pemateri yang luar biasa yaitu :
1. Syeikh Ali Ahmad Muqbil (Sekjen Majelis Ulama Palestina) & H. Andri Lupias Sutedy. Lc.Ma
2. Abu Takeru atau nama aslinya Ust. Rizal Fadli Nurhadi (Alumni East Preston Islamic Collage Melbourne, Australia)
3. Ust. Evie Effendi (Pengisi Kajian Rutin Komunitas Pemuda Hijrah)
Bukan hanya itu saja gues starnya pun yang lagi ngehits banget, yapps Anandito Dwis dan Muezza loh huhuy pasti langsung pada semangat yaa hehe

Kedua, sahabat bisa bertemu dengan saudara-saudara kita dari banyak daerah. Siapa tau ketemu jodoh juga *eeehhhhh

Ketiga, sahabat juga bisa berbagi dengan saudara-saudara kita di Palestina yang hari ini masih berjuang mempertahankan tanah Islam disana. Allah berfirman dalam Q.S Al-Hadiid : 57 : “Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” Waaaaahh, sampai Allah menjanjikan pahala yang besar buat sahabat yang mau berbagi. Barakallah yaa :-) apalagi janji Allah itu adalah pasti dan tentu saja benar.

Keempat, tentunya sahabat akan mendapat banyak ilmu yang bermanfaat dan bisa diaplikasikan langsung dikehidupan kita sehari-hari yang tentu akan lebih mendekatkan diri kita pada Allah SWT.

Kelima, sahabat dapet sertifikat dan kejutan lainnya dievent ini

Yakin nggak tertarik? Ayoooo buruan daftar dan ajak sahabat-sahabat yang lain untuk hadir dan bergabung bersama sahabat yang luar biasa lainnya. Siapkan catatannya yaa

SMILE (Studi Mengenal Islam Lebih Efektif)

"Dibalik Jejak Bumi Syam dan Perang Akhir Zaman"

Hari/tanggal : Minggu, 20 Maret 2016
Waktu : 08.00 s.d 14.10
Tempat : Direktorat Poltekkes Bandung (Jl. Padjajaran No.56 Bandung)

HTM :
1-10 Maret 2016 25K
11-19 Maret 2016 30K
OTS 50K

CP :
Janah (085721514664) (Akhwat)
Naufal (089695492373) (Ikhwan)

Bayar :
Rekening BNI 0409118997 a.n Aulia Hanifah

Daftar :
SMILE_nama_instansi/universitas/umum kirim ke contact person

Konfirmasi :
SMILE_sudah bayar

Karena sahabat yang luar biasa adalah yang mampu membuat saudara dan sahabat lainnya menjadi pribadi yang lebih luar biasa darinya. Kami tunggu kehadirannya yaa ^_^

Salam Ukhuwah dari kami. Hamasah Islam Poltekkes Bandung


0 comments
Bismillahirrahmanirrahim, sahabat yang diberkahi Allah insyaa Allah Grand Opening Mentoring Lanjutan ini adalah Program Kerja pertama dari Hamasah Islam diperiode ini khususnya dari Departemen Badan Koordinasi Mentoring yang dimana acara ini insyaa Allah akan dilaksanakan pada hari sabtu, 12 Maret 2016 pukul 08.00 s.d selesai di Auditorium Jurusan Gizi Poltekkes Bandung. Nah, adapun pematerinya yaitu Ust. Putra Sulung Baginda dan Kang Frindha Insan Firdaus yang akan memberikan suntikan motivasi untuk sahabat yang hadir sehingga lebih menguatkan lagi sahabat untuk isiqomah dijalan Allah.
Adapun tema yang diangkat pada Grand Opening Mentoring Lanjutan kali ini yaitu "PENA (Pribadi Penuh Warna)" maksudnya adalah pribadi yang positive yang akan mewarnai lingkungannya, dimana lingkungan yang beragam membuat kita harus pandai dalam memilih warna untuk membuat gambar itu indah bukan? Nah, sahabat-sahabat penasaran bagaimana caranya? Berarti sahabat wajib untuk datang ke Grand Opening Mentoring Lanjutan kali ini yaa karena selain sahabat dapat ilmu yang bermanfaat sahabat juga akan bertemu langsung dengan yang akan menjadi Murabbi sahabat nanti, waaaahhh pasti makin penasaran yaa, yuuk buruan daftar makanya jangan sampai menyesal karena melewatkan event yang satu ini. Hanya dengan Rp.10.000.00,- sahabat bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan berkah yang luar biasa yang bisa menjadi investasi sahabat untuk diakhirat kelak, seperti dalam hadits “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631).
Hmmm, gimana sangat menggiurkan bukan? yukk yang mau amalnya terus ngalir sampai setelah mati nanti jangan lupa hadir di Grand Opening Mentoring Lanjutan selain itu juga nanti akan ada kejutan untuk sahabat semua, daripada makin penasaran mending datang aja ke Grand Opening Mentoring Lanjutan Hamasah Islam.

Kami tunggu kehadiran sahabat surga semua, salam ukhuwah dari kami.
Hamasah Islam, Tetap Hamasah. Allahu Akbar!
0 comments

Assalamualaikum sahabat surga, lama tidak berjumpa yaa ^_^ bagaimana kabarnya?? mudah-mudahan selalu dalam nikmat Allah SWT yang luar biasa. Alhamdulillah dibulan maret ini kami mempunyai event-event yang luar biasa banyak sebagai amanah yang harus dijalankan, kami hanya mampu berencana selebihnya Allah lah yang menentukan segalanya jadi mohon do'anya yaa sahabat mudah-mudahan diberi kelancaran dan diridhoi oleh-Nya. Aamiin :-)

Thursday, December 31, 2015

2 comments
Ujian adalah bagian dari cinta Allah yang mungkin selama ini kita melupakan syukur pada-Nya, yang pada kesempatan ini mungkin Allah sedang rindu dengan air mata kita.Percayalah, itu bukan bentuk benci dari-Nya.

Semua sudah Allah jelaskan dalam firman-Nya :
"Apakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan dengan hanya berkata : "kami beriman", sedang mereka tidak diuji (dengan suatu cobaan) ? (Q.S Al-Ankabut : 2)

Marilah bermuhasabah dan berfikiran positive, pandanglah setiap ujian itu adalah 'hadiah' dari Allah apapun itu bentuknya. Ujian tidak akan membuatmu lemah justru ia akan menaikan derajatmu jika mampu melewatinya dengan sabar dan ikhtiar, selalu ada manfaat dibalik apa yang Allah berikan jadi tidak ada alasan untuk mengeluh.

Dan bagi sahabat-sahabatku yang sedang diuji, bertawakalah kepada Allah SWT dalam menghadapi ujiannya dikampus atau dimanapun itu. Mintalah pertolongan dari Allah sebab Dia amat dekat pertolongan-Nya.

"Mukmin yang kuat itu lebih baik serta lebih dicintai oleh Allah SWT, daripada mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikan tersendiri. Bersemangatlah dalam mengerjakan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah" (HR. Muslim)


Saturday, October 4, 2014

Muslimah Day 2014

0 comments
Bismillahirramanirrahim...
Divisi Muslimah Hamasah Islam Poltekkes Kemenkes Bandung
PROUDLY PRESENT....


Buletin Hamasah Dzulhijjah 1435H

0 comments



Thursday, September 4, 2014


Monday, June 2, 2014

Yang Penting Berangkulan Dulu

0 comments
Bismillahirrahmanirrohim
Bada Tahmid wa Shalawat
            Sobat,idealnya seorang muslim memiliki 4 kekuatan :
1.     Aqidah
2.    Ukhuwah
3.    Harta
4.    Fisik

4 kekuatan ini yang membuat islam tak terkalahkan sejak Rasulullah saw diutus s.d menjelang runtuhnya Khilafah pada tahun 1924. Sehingga saat ini lewat kekuatan media kaum kafir ingin menghancurkan 4 kekuatan ini. Namun lewat kekuatan dakwah, kita akan segera membangun kembali 4 kekuatan ini di kampus kita Poltekkes Bandung.
Dari ke 4 kekuatan ini Aqidah adalah yang paling utama, namun manakah yang harus lebih didahulukan dalam memperbaiki kondisi umat?
Yang harus didahulukan adalah ukhuwah..
Karena jika tangan sudah saling berangkulan, akan sangat mudah membawa orang ke jalan Allah swt. Sebelum membahas tentang cara praktis dan taktis dalam merajut ukhuwah, saya ingin memaparkan dahulu 2 kaidah pokok usul fiqih :
1.     Semua ibadah pada dasarnya haram dilaksanakan kecuali yang diperintahkan
Contoh : Boleh tidak kita malam jumat ngaji yasin sambil bakar-bakar menyan? Tentu saja tidak boleh karena tidak ada sunnah yang mencontohkan. Walaupun baca surah yaasin itu ibadah, tapi karena tidak ada perintahnya amal itu ditolak oleh Allah swt dan termasuk kategori Bid’ah yang hukumnya sesat.
2.    Semua muamalah pada dasarnya boleh dilakukan kecuali yang dilarang
Contoh : Rasulullah saw mencontohkan kemana-kemana naik kuda/unta, tapi bolehkah kita naik motor/mobil? Tentu saja boleh, yang tidak boleh adalah naik motor/mobil untuk balapan atau nabrak orang karena itu mengganggu kenyamanan orang lain. Ada dalil yang melarang kita mengganggu kenyamanan orang lain baik orang tsb muslim/kafir.
Ok.. sekarang kita lupakan dulu 2 kaidah tsb. Dalam rangka merajut ukhuwah program apa saja yang sudah kita lakukan? Taklim? Seminar? Atau ada yang lain.. sobat ingatlah ukhuwah itu bukan untuk dibahas tapi untuk dilakukan. Izinkan saya untuk mengusulkan beberapa ide saya terkait proker ukhuwah.
1.     Lakukan Perjalanan !
Ulama mengatakan belumlah seseorang jadi sahabat kalau belum melakukan 3 hal: Melakukan perjalanan bersama, Tidur bersama (Mabit), Pinjam meminjam/saling memberi harta.
Jadi buatlah program seperti rihlah rutin, hikking, touring, wisata kuliner, main ke tempat-tempat wisata dll
2.    Ganti menu makanan
Kenapa harus snack yang jadi konsumsi rutin acara? Kenapa ga coba bakso, cokelat, ice cream, pizza atau makanan lain yang menyenangkan. Kalau kurang dana, strateginya.. setelah acara peserta diharuskan infak untuk mengganti sebagian uang kas yang terpakai.
3.    Ganti desain jaket
Buatlah desain jaket yang berbeda dan modis, yang bisa dipakai bukan hanya pengurus tapi juga orang diluar pengurus, apakah dilarang jika anak LDK memakai baju-baju kualitas distro?
4.    Beri Kejutan
Manusia itu senang dengan kejutan-kejutan kecil, contoh: jika ada teman yang mundur dari dakwah maka kunjungi secara tiba-tiba kostannya, sambil bawa martabak. Inshaa Allah 80% dia akan kembali aktif
5.    3S
Buatlah syal bertuliskan Laskar 3S (Senyum, Salam, Sapa) pakai syal ini kapanpun dimanapun, jika ketemu orang lakukanlah 3S

Dalam bermuamalah kita diharuskan tidak boleh monoton, harus selalu ada improvisasi.
Saat ini musuh-musuh islam seperti nasrani, syiah, JIL dll sedang mengintai. Ayo rangkul semua orang di kampus kita jika tidak kita rangkul, mereka akan dirangkul oleh ‘yang lain’

Wallahu alambishawab

Wednesday, December 4, 2013

Thursday, October 24, 2013

LDKI Hamasah Islam 2013

0 comments


Latihan Dasar Kepemimpinan Islam
Hamasah Islam 2013
“Create a Strong Muslim Generation”

Jumat-Sabtu 25-26 Oktober 2013 di Auditorium Jurusan Gizi dan Alam sekitar

Saturday, October 19, 2013

Muktamar Hamasah Islam 2013

0 comments
Bismillahirrahmanirrahim
Sabtu 19 Oktober 2013 telah dilaksanakan Muktamar Hamasah Islam di Aula Jurusan Farmasi.
Melaksanakan Laporan Pertangggung Jawaban dari stiap divisi yang ada di Hamasah Islam. Setiap divisi memaparkan program kerjanya dan menjelaskan factor pendukung dan penghambatnya. Dilanjutkan dengan Penetapan PO/SOP hamasah islam, serta pemilihan ketua untuk periode 2013/2014.

Terdiri dari 3 kandidat yaitu Ulwan Maqi (Kesehatan Lingkungan 2012), Tasori (Gizi 2012) dan Eki Tri Setia (Analis Kesehatan 2012). Berdasarkan musyawarah yang telah dilakukan dari hasil wawancara dan berbagai jawaban pertanyaan yang telah diungkapkan terpilihlah Tasori (Gizi 2012) yang diamanahi sbagai ketua untuk satu periode ke depan. Semoga dapat menjalankan amanahnya, tetap istiqomah dan tetap hamasah!!!^^


Wednesday, October 9, 2013

Teh Afrika ( Rooibos )

0 comments
             Rooibos, ([ˈrɔɪbɔs], bahasa Afrikaans untuk "semak merak"; dengan nama ilmiah Aspalathus linearis) adalah anggota dari keluarga Fabaceae dan dipakai untuk membuat minuman tisane (teh herbal). Biasanya disebut sebagai teh merah Afrika Selatan, produk ini telah populer tidak hanya di Afrika Selatan untuk beberapa turunan tapi juga di banyak negara di dunia. Rooibos hanya tumbuh di sebuah daerah kecil di wilayah Cederberg dari Western Cape. Biasanya dedaunan in i dioksidasim atau lebih sering dikatakan difermentasikan untuk memproduksi warna coklat kemerahan yang khas. Namun rooibos berwarna hijau yang tak dioksidasi juga diproduksi.
 
 
 
Cerita Singkat Mengenai Rooibos dari Dr Ray Sahelian, M.D.
Rooibos telah di minum sebagai minuman tradisional di Afrika Selatan oleh masyarakat adat selama ribuan tahun. Rooibos namanya berarti merah semak, sebuah kata yang diberikan oleh Afrikaaners Belanda untuk tanaman, yang daunnya berubah warna kemerahan pada pengeringan dan fermentasi. Rooibos teh telah dipasarkan di Amerika Serikat setidaknya sejak awal 1960-an ketika Worthington Foods memperkenalkan minuman bernama Kaffree berisi tanaman rooibos.

Johannesburg, Nov 2006 - Seorang wanita Afrika Selatan, yang mengaku sebagai orang tertua di dunia dengan umur 132, menganjurkan makanan segar dan olahraga sebagai kunci untuk umur panjang. Moloko Temo memegang kartu identitas dari pemerintah Afrika Selatan mengkonfirmasikan kelahirannya pada tanggal 4 Juli 1874, tetapi otoritas internasional belum diverifikasi usianya dan The Guinness Book of Records memberi judul orang tertua dengan seorang wanita Perancis yang meninggal pada usia 122 dan 164 hari pada tahun 1997. Untuk Moloko Temo, sarapan terdiri dari hangat, roti panggang segar, kadang-kadang dengan tepukan margarin, dan teh herbal rooibos. Makan siang dan makan malam adalah makanan vegetarian jagung, bubur tepung tipis, basah kuyup dalam susu segar. Dia juga merekomendasikan marogo sebagai lauk, sayuran berdaun Afrika tinggi protein dan vitamin. Dia menyarankan untuk tetap sehat adalah untuk "makan (makanan alami) dan berolahraga setiap hari."

Teh Rooibos adalah teh bebas kafein dengan 50 kali lebih SOD (Super Oxide Dismutase) serta antioksidan lainnya tidak ditemukan dalam teh lain, membuat Teh Rooibos benar-benar unik dan jauh lebih unggul, berkualitas tinggi, diproses tanpa bahan pengawet dan zat kimia dan bebas kafein. Tidak hanya berkhasiat menyehatkan saja tetapi juga beraroma harum, lezat, menyegarkan serta terkenal di Jepang, Jerman, Swiss, Inggris dan AS.
KANDUNGAN & KHASIAT TEH ROOIBOS :
1. Asam Karbosilik Phenol (Phenolic Carboxylic Acids)
    Berfungsi sebagai anti bakteri dan anti jamur
2. Flavon, Flavonol dan C-O glikosid
    Antioksidan sangat membantu mengontrol komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus.
3. Flavon Glikosid
   Berperan sebagai antioksidan dan aktifitas hipotensi (menurunkan tekanan darah sehingga sangat baik bagi penderita Hipertensi / Darah tinggi.
4. Flavonon glikosid
    Pemanis yang tidak mengandung zat Gizi / kalori
5. Dihydrochalcone glikosid
    Pemanis yang tidak mengandung kalori dan berfungsi sebagai antioksidan yang kuat.
6. Non-phenolics
  Berfungsi sebagai hipoglikemis yaitu menurunkan kadar gula dalam darah juga sebagai antidiabetic
7. Alpha-Hydroxy acids (AHA)
    Untuk kecantikan kulit.


MANFAAT ROOIBOS
1. Bermanfaat untuk membantu proses penyembuhan penyakit Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, Sakit kepala, masalah perut, insomnia, nervous tension, deprepsi atau hipertensi, penyakit hati, allergies, cataracts, iritasi pada kulit dengan kondisi-kondisi lainnya (Ampas Teh di Letakkan pada bagian kulit yang bermasalah), mellitus, atherosclerosis, colic dan masalah pada bayi yang sering menangis.
2. Rendah tannin. (hanya 1 - 4 percent)
3. Memiliki kadar anti antioxidant yang sangat kuat
4. Menambah asupan zat besi, khususnya bagi wanita hamil dan ibu menyusui (Mengandung Vitamin P)
5. Dari Laporan Medis yang di terima, Rooibos Tea Tidak memiliki Efek Samping
6. Sangat alami, yang berarti 100% organic, tanpa zat additives, perasa dan zat pewarna.
7. TIDAK Mengandung Caffeine (0% Caffein)
8. Meningkatkan System kekebalan tubuh.
9. Dapat di campur dengan susu (tdk seperti teh biasa)
10. Memiliki rasa manis alami, dan sangat nikmat di tambah madu, jeruk dan banyak lagi!
11. Tidak mengandung oxalic acid, sehingga dapat di konsumsi oleh individu yang mengalami masalah ginjal.
12. Mengatur jam biologis pada tubuh anda, memberikan rasa tenang pada malam hari dan energi pada siang hari.
13. Memiliki Cita Rasa yang sangat sedap (tidak pahit layaknya teh pada umumnya)

GENERAL FACT

#Anak-anak sangat menyukai Rooibos!
# Rooibos di jual hampir di setiap pasar swalayan di United Kingdom.
# World Intellectual Property Organisation (WIPO) menganugerahi medali emas untuk Rooibos pada 1997 sebagai sifat anti-alergi dari Rooibos tea.
# Dr. Annique Theron, di kenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan rooibos dan menerima penghargaan sebagai Woman Inventor of the Year award, dan mengembangkan manfaat rooibos dengan mengextract untuk di gunakan sebagai bahan-bahan kosmetik dan product-product kesehatan di seluruh dunia.
# Sepuluh Negara terbesar yang mengimport Rooibos (dimulai dari yg terbesar): Germany, Jepang, Netherlands, U.K, Malaysia, South Korea, Poland, U.S., Colombia, and China.
# Pada tahun 1984, isu bakteri salmonella menyebabkan industri Rooibos di bekukan, kemudian di izinkan untuk di pasarkan kembali dan di ketahui berkembang sangat pesat dalam skala Global.
# The only beverage that is more widely consumed throughout the world than tea is water.


“Sebagai ahli patologi tanaman, saya belum pernah menemui tanaman teh yang bebas kafein atau kaya akan SOD, antioksidan dan enzim alami seperti Teh Rooibos dari Dr. Nortier itu. Tidak ada keraguan bahwa manfaat terapeutik dan anti penuaan jauh lebih banyak daripada teh lain yang dikenal.” (Dr. Snadra Lamprecht, Ph. D. –Ahli Patologi Tanaman, Universitas Stellenbosch, Afrika Selatan-).

Teh Rooibos dari Dr Nortier adalah pilihan saya karena mengandung SOD. Kaya akan anti-oksidan dan bebas kafein. Sebagai dokter, saya tahu kafein menyebabkan kecanduan, mudah marah, kegelisahan dan tekanan darah tinggi.(Dr. Michael Rosenbaum M. D. - Albert Einstein College of Medicine New York City, USA-).

Saya telah menemukan kaya SOD dan anti-oksidan pada Teh Rooibos Dr. Nortier itu dan ideal dalam membatasi kerusakan akibat radikal bebas yang menyebabkan penyakit, penuaan dan penurunan sistem kekebalan tubuh. Menjadi sadar dengan kesehatan diri sendiri, juga membesarkan hati untuk tahu bahwa Teh RooiBos bebas kafein.” (Dr. Shi Xue Yun –Beijing University of Medicine and Pharmacology-).

“Menjadi sadar kesehatan, saya akan mengatakan tidak ada bandingan rasa dan flesibilitas dari Teh RooiBos dari Dr Nortierdibandingkan dengan the lain. Teh RooiBos ini bebas kafein, berisi SOD dan kaya akan anti-oksidan.” (Dr. Betty kamen-Ph.D. Ahli Gizi terkenal di dunia, California, USA-).
 
 
 
Teman -Teman ingin mencoba Teh Rooibos?
Silahkan kunjungi stand kami di Kampus Analis